Meulaboh – Menyambut momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bersamaan dengan refleksi 21 tahun perdamaian Aceh dan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, mengajak umat Islam merawat perdamaian dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi khatib Jumat di Masjid Babul Jannah, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Jumat (21/8/2026).
Dalam khutbahnya, Dr. Rahmat mengaitkan tiga momentum penting tersebut. Menurutnya, Damai Aceh mengajarkan pentingnya persaudaraan dan persatuan, kemerdekaan mengajarkan perjuangan dan pengorbanan, sedangkan Maulid Nabi Muhammad SAW mengajarkan bagaimana perdamaian dan kemerdekaan harus dijalani dengan meneladai akhlak baginda Nabi. Ia mengutip firman Allah SWT:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Tidaklah Kami mengutus engkau Muhammad melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107).
“Kalau kita mengaku umat Nabi dan mencintai Nabi, mari kita bertanya: sudahkah kita menjadi rahmat bagi orang lain?” ujar Dr. Rahmat.
Ia menegaskan bahwa perdamaian Aceh merupakan nikmat besar yang harus disyukuri dan dijaga. Perdamaian, kata dia, tidak cukup hanya ditandai dengan tidak adanya perang, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat yang aman, bersatu, dan sejahtera.
Dalam refleksi 81 tahun Kemerdekaan RI, Dr. Rahmat juga menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni.
“Apa arti Indonesia merdeka kalau keadilan hanya dirasakan sebagian orang? Apa arti kekayaan negeri kalau kemiskinan belum dapat dituntaskan?”
Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan keadilan yang merata, pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang layak, kepedulian sosial, pemerataan ekonomi, dan yang terpenting ketakwaan kepada Allah SWT.
Dr. Rahmat juga menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rasulullah SAW membangun peradaban dengan membangun manusia: mengangkat derajat orang miskin, memuliakan anak yatim, melindungi kaum lemah, mengajarkan ilmu, menegakkan keadilan, dan memperkuat persaudaraan.
“Kalau kita ingin diakui sebagai umat Nabi dan betul-betul mencintai Nabi, kita harus meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan kita sehari-hari.”
Menutup khutbahnya, Dr. Rahmat mengajak seluruh elemen masyarakat membangun Aceh dengan ketakwaan dan merawat perdamaian dengan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW.
Aceh Barat — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat menggelar kegiatan Pengenalan…
Aceh Barat, 18 Agustus 2026—Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, STAI Darul Hikmah…
Nagan Raya - Memperingati 21 tahun perdamaian Aceh dan menyambut 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,…
Aceh Barat – Kabar membanggakan kembali datang dari STAI Darul Hikmah Aceh Barat. Dr. Tgk.…
Jakarta – Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, MD., menghadiri International…
Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat melaksanakan Tes Seleksi Penerimaan Program Beasiswa Tahun…