Categories: Berita

Ketua STAI Darul Hikmah: Jika Ayah Tak Menjadi Teladan, Anak Akan Mencari Teladan di Media Sosial

Meulaboh – Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, M.D, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak di era digital yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi informasi, media sosial, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat yang beliau bawakan di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Jumat (12/6/2026), dengan tema “Teladan Nabi Ibrahim dalam Mendidik Anak di Tengah Peradaban Digital.”

Dalam khutbahnya, Dr. Tgk. Rahmat Saputra menegaskan bahwa tantangan pendidikan anak pada masa sekarang jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Jika dahulu lingkungan pergaulan menjadi faktor utama yang memengaruhi perkembangan anak, maka saat ini pengaruh tersebut semakin luas melalui berbagai platform digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Menurutnya, kemajuan teknologi merupakan anugerah yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan besar bagi keluarga, khususnya dalam menjaga dan mengarahkan tumbuh kembang anak agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai agama dan akhlak yang mulia.

“Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan kecerdasan buatan, keluarga tetap menjadi benteng utama pendidikan anak. Tidak ada aplikasi yang mampu menggantikan peran orang tua dalam memberikan kasih sayang, keteladanan, dan bimbingan moral kepada anak-anak,” ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam penjelasannya, beliau mengajak para jamaah untuk menjadikan Nabi Ibrahim AS sebagai teladan dalam mendidik generasi. Nabi Ibrahim tidak hanya dikenal sebagai seorang nabi yang taat kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai seorang ayah yang berhasil membentuk karakter dan keimanan anaknya melalui pendidikan yang penuh keteladanan, kedekatan, dan dialog.

Beliau menuturkan bahwa salah satu pelajaran penting dari kisah Nabi Ibrahim adalah keterlibatan langsung orang tua dalam proses pendidikan anak. Nabi Ibrahim tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan putranya kepada pihak lain, melainkan hadir sebagai pendidik utama yang memberikan arahan, perhatian, serta contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat tersebut, fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa banyak orang tua lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan materi anak, namun kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan emosional dan spiritual mereka. Akibatnya, anak-anak mencari figur pengganti dari berbagai sumber yang mereka temukan di dunia digital.

“Ketika ayah tidak hadir sebagai teladan, maka anak akan mencari teladan di media sosial. Ketika orang tua tidak memberikan perhatian yang cukup, maka anak akan mencari perhatian di media sosial. Ketika keluarga tidak menjadi tempat bertanya, maka anak akan mencari jawaban dari internet dan berbagai platform digital yang belum tentu memberikan nilai-nilai yang benar,” jelasnya.

Karena itu, beliau menekankan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada pemenuhan nafkah semata. Seorang ayah harus hadir dalam kehidupan anak sebagai pembimbing, sahabat, sekaligus pendidik yang mampu membangun komunikasi yang sehat dan terbuka.

Dalam khutbah tersebut, Dr. Tgk. Rahmat Saputra juga menyoroti pentingnya pendekatan dialog dalam pendidikan keluarga. Menurutnya, salah satu metode pendidikan yang dicontohkan Nabi Ibrahim adalah membangun komunikasi yang menghargai anak sebagai individu yang sedang tumbuh dan berkembang. Melalui dialog yang baik, anak akan merasa dihargai, dipercaya, dan lebih mudah menerima nasihat dari orang tuanya.

Beliau menjelaskan bahwa pola pendidikan yang hanya mengandalkan perintah dan larangan tanpa membangun kedekatan emosional sering kali membuat anak mencari ruang lain untuk mengekspresikan diri. Dalam kondisi demikian, media sosial dan dunia digital dapat menjadi tempat pelarian yang berpotensi membawa pengaruh positif maupun negatif.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital tidak dapat dihentikan. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan bukanlah menjauhkan anak sepenuhnya dari teknologi, melainkan membekali mereka dengan fondasi keimanan, akhlak, dan kemampuan berpikir kritis agar mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

“Anak-anak kita akan hidup pada masa yang berbeda dengan masa kita. Mereka akan berhadapan dengan teknologi yang semakin canggih. Karena itu, yang paling penting adalah menyiapkan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang kuat agar mereka mampu menyaring setiap informasi yang diterima,” katanya.

Beliau juga mengajak para orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama anak-anak, mendengarkan keluh kesah mereka, memahami tantangan yang mereka hadapi, serta mendampingi aktivitas digital mereka dengan penuh kebijaksanaan. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak, menurutnya, merupakan salah satu kunci penting dalam membangun ketahanan keluarga di era digital.

Khutbah yang disampaikan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau lingkungan, tetapi juga oleh kualitas hubungan antara orang tua dan anak di dalam keluarga. Keteladanan, perhatian, komunikasi yang baik, serta keterlibatan aktif orang tua merupakan warisan pendidikan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan tetap relevan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Melalui khutbah bertema “Teladan Nabi Ibrahim dalam Mendidik Anak di Tengah Peradaban Digital” ini, Dr. Tgk. Rahmat Saputra mengajak seluruh orang tua untuk kembali memperkuat perannya sebagai pendidik utama dalam keluarga. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak, keimanan, dan karakter yang kokoh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Admin STAI

Recent Posts

Ketua STAI Darul Hikmah Hadiri International Conference on Fatwa Studies 2026

Jakarta – Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, MD., menghadiri International…

21 jam ago

Juara I AKSI Indosiar 2026 Dampingi Ketua Dewan Pembina Universitas Al-Wasathiyah Kunjungi STAI Darul Hikmah

Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat menerima kunjungan istimewa dari Al Syeikh Al…

2 hari ago

STAI Darul Hikmah Berikan Reward Jutaan Rupiah kepada Mahasiswa Berprestasi di Ajang GEMA Kreativitas 2026

Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat memberikan reward senilai jutaan rupiah kepada mahasiswa…

2 hari ago

STAI Darul Hikmah Aceh Barat Jalin Kerja Sama Internasional dengan Universitas Al-Wasathiyah Yaman

Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat terus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional…

2 hari ago

Dosen STAI Darul Hikmah Aceh Barat Jadi Narasumber Talkshow “Inflasi & Investasi” di RRI Pro 1 Meulaboh

Meulaboh – Dosen prodi Ekonomi Syariah sekaligus Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M)…

6 hari ago

Kembali Mengukir Prestasi, Mahasiswa STAI Darul Hikmah Aceh Barat Borong Penghargaan di GEMA Kreativitas 2026

Aceh Barat – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa STAI Darul Hikmah Aceh Barat. Pada…

1 minggu ago