Meulaboh – Dosen prodi Ekonomi Syariah sekaligus Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Arizul Suwar, M.Pd, tampil sebagai narasumber dalam program talkshow interaktif bertajuk “Inflasi & Investasi: Kunci Mengamankan Masa Depan Finansial” yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Meulaboh.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 15.00 WIB hingga selesai, dipandu oleh presenter Maiza.
Talkshow dapat diikuti secara interaktif melalui sambungan telepon di nomor 0811 688 9697, disaksikan lewat live streaming, atau disimak melalui siaran RRI Pro 1 Meulaboh FM 97.00 MHz, RRI Pro 1 Meulaboh Area Blangpidie FM 97.70 MHz, Area Sinabang FM 92.00 MHz, dan Area Calang FM 96.70 MHz.
Dalam kesempatan tersebut, Arizul Suwar memaparkan bahwa inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Ia mencontohkan bagaimana nilai uang Rp10.000 yang dulu bisa membeli beberapa bahan kebutuhan, kini nilainya jauh berkurang meski nominal angkanya tidak berubah.
Menurutnya, kondisi inilah yang justru sering membuat orang-orang tergesa-gesa ingin berinvestasi, dengan anggapan investasi bisa jadi jalan pintas melawan turunnya nilai uang. Padahal, sebelum bicara jauh soal investasi, seseorang perlu terlebih dahulu memahami neraca keuangan pribadinya, yaitu keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Tanpa neraca yang sehat, investasi hanya akan menjadi beban tambahan, bukan solusi.
Ia menegaskan bahwa fokus pengelolaan keuangan seharusnya lebih besar pada pengendalian pengeluaran, bukan semata pada besarnya pemasukan.
Pola konsumsi yang tidak terkontrol, menurutnya, dapat menjerumuskan seseorang ke dalam utang konsumtif, bahkan pinjaman online (pinjol) hingga judi online (judol)—dua hal yang menurutnya perlu jadi perhatian khusus generasi muda, mengingat maraknya iklan pinjaman daring dengan iming-iming bunga rendah yang mudah diakses kapan saja.
Selama neraca pribadi masih defisit dan terjerat utang konsumtif seperti itu, kata Arizul Suwar, bicara investasi masih terlalu dini untuk dilakukan.
Barulah setelah kondisi keuangan sehat dan memiliki surplus, investasi dapat mulai dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa investasi pada dasarnya adalah menempatkan dana pada instrumen yang memiliki nilai intrinsik, baik secara fisik seperti tanah dan emas, maupun secara modern seperti deposito, reksadana, saham, dan aset kripto—dengan literasi keuangan sebagai syarat penting sebelum memilih instrumen tersebut.
Menutup pemaparannya, Arizul Suwar mengingatkan bahwa surplus yang menjadi modal investasi tersebut sesungguhnya bisa dibangun mulai dari langkah sekecil apa pun dalam menekan pengeluaran. Salah satu contoh nyata yang ia tawarkan adalah menanam sendiri kebutuhan bumbu dapur seperti kunyit dan cabai di pekarangan rumah atau polibag. Menurutnya, langkah sederhana ini memberi efek berantai: pengeluaran berkurang, surplus bertambah, dan dari situlah seseorang dapat mulai merintis investasi demi masa depan finansial yang lebih aman.
Nagan Raya - Memperingati 21 tahun perdamaian Aceh dan menyambut 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,…
Aceh Barat – Kabar membanggakan kembali datang dari STAI Darul Hikmah Aceh Barat. Dr. Tgk.…
Jakarta – Ketua STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, MD., menghadiri International…
Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat melaksanakan Tes Seleksi Penerimaan Program Beasiswa Tahun…
Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat menerima kunjungan istimewa dari Al Syeikh Al…
Aceh Barat – STAI Darul Hikmah Aceh Barat memberikan reward senilai jutaan rupiah kepada mahasiswa…