Aceh Barat – Dosen sekaligus Ketua Program Studi PIAUD STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Nurma, M.Pd., menjadi narasumber dalam program “Tauladan: Tanya Ustad di Bulan Ramadan” yang disiarkan oleh RRI Meulaboh pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Dalam dialog tersebut, Nurma menyampaikan materi bertema “Menumbuhkan Kepedulian Sosial Sejak Dini”. Ia menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang sangat menekankan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian integral dari keimanan dan pembentukan karakter.
Mengawali pemaparannya,
Nurma mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ma’un ayat 2–3 yang menjelaskan bahwa menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin merupakan tanda lemahnya kepedulian sosial.
Ayat ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kelompok rentan adalah indikator kualitas iman seseorang.
Selain itu, ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Bukhari dan Muslim: “Tidak beriman seseorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.” Hadis tersebut menjadi dasar pentingnya empati sebagai fondasi kepedulian sosial dalam Islam.
Nurma menjelaskan bahwa masa usia dini merupakan golden age, yaitu fase krusial dalam pembentukan karakter anak.
Pada fase ini, anak sangat mudah meniru perilaku orang dewasa. Karena itu, nilai berbagi, membantu, dan peduli harus ditanamkan sejak awal agar menjadi kebiasaan hingga dewasa.
Ia juga menyoroti tantangan modernisasi dan meningkatnya individualisme yang berpotensi menurunkan tingkat empati anak. Fenomena sikap egois dan lemahnya semangat gotong-royong menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan anak usia dini.
Dalam pemaparannya, Nurma menawarkan beberapa strategi konkret untuk menumbuhkan kepedulian sosial sesuai ajaran Islam, di antaranya mengajarkan anak bersedekah, membiasakan menolong orang lain, memberikan teladan yang baik, menggunakan metode storytelling berbasis kisah Islami, serta melibatkan anak dalam kegiatan sosial seperti berbagi dan membantu sesama.
Ia juga menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak, diikuti oleh peran sekolah dan lingkungan masyarakat. Sinergi ketiga unsur tersebut sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter sosial anak.
Menurut Nurma, manfaat menanamkan kepedulian sosial sejak dini sangat besar. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, memiliki empati, mudah bersosialisasi, serta bermanfaat bagi orang lain. Ia menutup dengan mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Ahmad: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Partisipasi dosen STAI Darul Hikmah Aceh Barat dalam siaran edukatif di RRI Meulaboh ini menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi institusi dalam menyebarluaskan nilai-nilai pendidikan Islam kepada publik.
Meulaboh — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat menggelar Rapat Senat Terbuka…
Meulaboh — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat menggelar Rapat Senat Terbuka…
Aceh Barat – Dosen Program Studi Ekonomi Syariah STAI Darul Hikmah Aceh Barat, Yusriza, M.E.,…
Aceh Barat — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka Penerimaan…
Aceh Barat — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka Penerimaan…
Aceh Barat – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk.…