MEULABOH, ACEH BARAT – Sebagai bentuk nyata perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat, Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat melaksanakan kunjungan edukatif ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Meulaboh pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah aksi kolaboratif bertajuk “Making Salted Eggs With SLB Children” (Membuat Telur Asin Bersama Anak SLB). Sebanyak kurang lebih 20 mahasiswa semester 3 yang mengambil mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (PABK) terjun langsung untuk berinteraksi, mendampingi, dan berkarya bersama siswa-siswi istimewa di sekolah tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi oleh dosen pengampu mata kuliah, Nurhabibah, S.Pd., M.Ed., ini disambut dengan tangan terbuka dan apresiasi tinggi oleh Kepala Sekolah serta dewan guru SLB Negeri Meulaboh. Jalannya praktik pembuatan telur asin ini berlangsung khidmat namun santai, berkat bimbingan teknis dari Pak Saiful, salah seorang guru senior di SLB Negeri Meulaboh yang dengan sabar mengarahkan para mahasiswa dan siswa dalam setiap tahapan prosesnya.
Pemilihan kegiatan pembuatan telur asin dinilai sangat strategis. Selain melatih motorik halus dan kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik belajar anak secara langsung di lapangan.
Dalam arahannya yang penuh empati, Nurhabibah, S.Pd., M.Ed. selaku ketua dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, menekankan bahwa pengabdian ini adalah jembatan untuk menyatukan teori di kelas dengan realitas sosial.
“Kedatangan kami hari ini bukan sekadar untuk menjalankan tugas mata kuliah atau menggugurkan kewajiban akademik, melainkan untuk belajar tentang ketangguhan dan semangat hidup dari adik-adik di SLB Negeri Meulaboh. Kami memilih kegiatan membuat telur asin ini karena kami percaya bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki potensi dan keterampilan yang bisa diasah jika kita memberikan ruang dan kesempatan,” tutur Nurhabibah.
Beliau juga memberikan pesan kuat kepada para mahasiswanya:
“Kepada mahasiswa saya, jadikan momen ini sebagai ruang untuk belajar nilai kemanusiaan yang tidak akan pernah kalian temukan di dalam buku teks manapun. Belajarlah bagaimana berkomunikasi dengan hati. Dan untuk adik-adik semua, mari kita berkarya bersama dengan penuh kegembiraan.”
Kegiatan ini menegaskan posisi STAI Darul Hikmah Aceh Barat sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif di dalam ruang kuliah (Pendidikan), tetapi juga aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar (Pengabdian Masyarakat). Melalui interaksi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan sikap inklusif dan empati yang tinggi sebagai calon pendidik anak usia dini di masa depan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara STAI Darul Hikmah dan SLB Negeri Meulaboh dapat terus berlanjut, menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Aceh Barat.
Aceh Barat — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka Penerimaan…
Aceh Barat – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk.…
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka kesempatan bagi para akademisi,…
Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia resmi melantik kepengurusan Alumni UniSZA Chapter Indonesia dalam sebuah…
Meulaboh, Senin (13 Oktober 2025) – Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia pendidikan yang terus…
Meulaboh, Senin (13 Oktober 2025) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat…