Meulaboh – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah, Dr. Tgk. Rahmat Saputra, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk melakukan refleksi mendalam terhadap makna 80 tahun kemerdekaan dan 20 tahun perdamaian yang telah diraih.
Ajakan ini disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Meulaboh, 15 Agustus 2025.Di hadapan ribuan jamaah, Dr. Rahmat mengawali khutbahnya dengan mengajak hadirin memanjatkan doa untuk kemerdekaan Palestina, mengingat bahwa bangsa Palestina masih berada di bawah penjajahan.
“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujarnya, mengutip pembukaan UUD 1945.
Menurutnya, bagi Aceh, kemerdekaan memiliki dua makna besar: merdeka dari penjajahan sejak 1945 dan merdeka dari konflik bersenjata sejak 2005. “Perdamaian ini adalah nikmat besar. Kita bisa beribadah dengan tenang, berusaha tanpa rasa takut, dan membangun generasi tanpa suara senjata,” ungkapnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemerdekaan dan perdamaian bukan hanya soal bebas dari senjata dan penjajah. Lebih dari itu, ia menegaskan, kemerdekaan sejati adalah terbebas dari kebodohan, kemiskinan, penyakit, kerusakan moral, dan ketidakadilan sosial.
Dalam bidang pendidikan, Dr. Rahmat menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas. Ia juga menyoroti fasilitas pendidikan di Aceh Barat yang terbengkalai, yaitu gedung Laboratorium Bahasa Asing Teuku Umar.
Tgk. Rahmat juga menekankan peran masjid sebagai pusat peradaban umat, bukan sekadar tempat shalat. Ia mengajak masyarakat membudayakan shalat Subuh berjamaah di bumi serambi Mekah. Dalam hal kesehatan, ia menegaskan pentingnya pelayanan medis yang merata.
Ia prihatin terhadap banyaknya anak muda yang sakit kronis, bahkan ada yang harus menjalani cuci darah di usia muda. Ia juga mengajak masyarakat membangun budaya hidup sehat melalui makanan bergizi, olahraga rutin dan membiasakan berjalan kaki.
Sementara dalam bidang ekonomi, ia mengingatkan bahaya judi online, pinjaman ilegal, dan investasi bodong. Solusinya, kata dia, adalah pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, dan pemasaran produk lokal.Dr. Rahmat menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan semangat kewirausahaan, agar generasi muda tidak terpaksa mencari penghidupan di luar negeri melalui jalur ilegal.
Ia juga mendorong kecerdasan finansial di kalangan masyarakat untuk menghindari jeratan utang dan penipuan.Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga perdamaian Aceh agar tidak retak karena korupsi, politik identitas, dan provokasi. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.
Khutbahnya ditutup dengan ajakan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing demi masa depan Aceh yang lebih baik. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini,” pungkasnya.
Aceh Barat — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka Penerimaan…
Aceh Barat — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka Penerimaan…
Aceh Barat – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat, Dr. Tgk.…
MEULABOH, ACEH BARAT – Sebagai bentuk nyata perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin…
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Hikmah Aceh Barat resmi membuka kesempatan bagi para akademisi,…
Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia resmi melantik kepengurusan Alumni UniSZA Chapter Indonesia dalam sebuah…